Negeri ini, Indonesia, memiliki beragam budaya yang terjalin apik menjadi budaya nusantara
sebagai identitas atau ciri khas kepribadian setiap insan anak bangsa. Namun seiring dengan adanya
globalisasi yang melanda dunia, maka terjadi kompetisi budaya antara budaya bangsa yang satu
dengan yang lain yang berakibat tergerusnya budaya pada suatu bangsa yang pada akhirnya
mempengaruhi pola perilaku indivdu dalam suatu wilayah. Budaya Betawi merupakan salah satu
akar budaya nusantara tentu tidak luput dari proses tersebut, apalagi lingkungan hidup budaya
betawi berada di wilayah Ibukota Jakarta sebagai pusat pertemuan berbagai budaya nasional
maupun internasional. Masyarakat Betawi adalah masyarakat egaliter yang terbuka terhadap
budaya luar dan menolak segala bentuk penindasan atau kejahatan. Adapun sistem nilai yang
digunakan adalah Islam yang melekat dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Betawi. Watak
egaliter betawi tercermin pada seni bela diri pencak silat sebagai suatu sistem pertahanan dalam
menghadapi ancaman fisik. Selain pencak silat, masih banyak seni budaya betawi yang masih hidup
di masyarakat namun kian hari mulai memudar seiring derasnya pengaruh budaya asing. Oleh
karena itu, pendidik di wilayah budaya betawi sepatutnya selalu berupaya melestarikan nilai-nilai
luhur yang terkandung dalam budaya Betawi dengan memperkenalkan aspek budaya Betawi
kepada anak sejak dini secara berkesinambngan melalui kegiatan seni budaya Betawi.
